
Memilih parfum bukan hanya soal wangi enak atau tidak. Di balik setiap semprotan, parfum memiliki struktur kompleks yang terdiri dari tiga lapisan aroma: top notes, middle notes, dan base notes. Ketiganya bekerja berurutan untuk menciptakan wangi yang berkembang dari menit pertama hingga berjam jam kemudian.
Kalau kamu pernah merasa parfum berubah aroma setelah beberapa menit atau justru semakin enak setelah dipakai lama, itu terjadi karena tiga lapisan notes ini.
Apa Itu Notes dalam Parfum?
Notes adalah lapisan aroma yang muncul pada waktu berbeda setelah parfum disemprotkan. Notes membentuk cerita dari sebuah parfum, mulai dari kesan pertama, karakter utama, sampai aroma yang bertahan paling lama di kulit.
Secara umum, struktur parfum terdiri dari tiga lapisan:
- Top notes – wangi pertama yang tercium
- Middle notes – jantung atau inti wangi parfum
- Base notes – lapisan terdalam yang paling tahan lama
Ketiga lapisan ini seperti intro, bagian utama, dan penutup dalam sebuah lagu.
Top Notes: Aroma Pertama yang Tercium
Top notes adalah aroma awal yang muncul beberapa detik sampai sekitar lima belas menit setelah parfum disemprotkan. Lapisan ini berfungsi sebagai salam pembuka yang memberi kesan pertama pada hidung.
Ciri ciri top notes:
- Ringan dan segar
- Cepat menguap
- Sering terasa citrus, green, atau fresh
Contoh bahan yang sering dipakai sebagai top notes antara lain lemon, bergamot, jeruk, grapefruit, mint, dan buah buahan ringan seperti pear atau apple.
Durasi top notes biasanya sekitar lima sampai lima belas menit. Setelah itu intensitasnya menurun dan mulai digantikan oleh middle notes.
Middle Notes: Jantung dari Parfum
Middle notes atau heart notes adalah lapisan yang muncul setelah top notes memudar. Inilah fase yang paling sering kamu cium ketika beraktivitas beberapa waktu setelah memakai parfum.
Ciri ciri middle notes:
- Lebih hangat dan kompleks dibanding top notes
- Mencerminkan karakter utama parfum
- Menjadi penghubung antara top dan base notes
Bahan yang sering muncul di middle notes misalnya jasmine, rose, ylang ylang, magnolia, spicy note seperti cinnamon atau nutmeg, dan beberapa fruity notes yang lebih tebal.
Durasi middle notes bisa bertahan sekitar dua puluh menit sampai satu jam lebih, tergantung komposisi parfum dan jenis kulit.
Base Notes: Fondasi Wangi yang Tahan Lama
Base notes adalah lapisan terdalam dan terakhir dari parfum. Lapisan ini mulai terasa ketika middle notes perlahan memudar, dan menjadi fondasi yang bertahan paling lama di kulit maupun pakaian.
Ciri ciri base notes:
- Lebih kaya dan berat
- Memberikan kesan hangat, dalam, dan berkarakter
- Sangat menentukan ketahanan parfum
Contoh base notes antara lain sandalwood, cedarwood, patchouli, vetiver, amber, vanilla, musk, dan tonka bean. Bahan bahan ini memiliki molekul yang lebih berat sehingga penguapannya jauh lebih lambat.
Durasi base notes bisa mencapai empat sampai dua belas jam, bahkan lebih lama lagi pada beberapa parfum dengan konsentrasi tinggi.
Mengapa Parfum Berubah Wangi Seiring Waktu?
Perubahan aroma parfum terjadi karena setiap notes memiliki berat molekul yang berbeda. Molekul top notes yang ringan menguap lebih cepat, diikuti middle notes, dan akhirnya tersisa base notes yang paling berat dan tahan lama.
Alurnya kurang lebih seperti ini:
- Menit awal: kamu mencium top notes yang segar
- Setelah beberapa menit: wangi bergeser ke floral atau fruity di middle notes
- Beberapa jam kemudian: wangi menjadi lebih hangat dan dalam karena base notes mulai mendominasi
Itulah sebabnya kamu tidak boleh menilai parfum hanya dari semprotan pertama. Idealnya, tunggu sekitar tiga puluh menit sampai satu jam untuk benar benar memahami karakter aslinya.
Cara Memanfaatkan Notes Saat Memilih Parfum
Memahami top, middle, dan base notes dapat membantu kamu memilih parfum yang benar benar sesuai kebutuhan dan selera.
Beberapa tips praktis:
- Kalau kamu suka wangi segar dan ringan untuk dipakai harian, perhatikan komposisi top notes seperti citrus, green, atau aquatic.
- Kalau kamu ingin wangi romantis atau manis yang terasa di sekitar satu sampai dua jam pertama, fokus pada middle notes seperti rose, jasmine, fruity floral, atau gourmand.
- Kalau prioritas kamu adalah ketahanan, cek base notes dan cari bahan seperti vanilla, amber, musk, sandalwood, atau patchouli.
Saat mencoba parfum, semprotkan ke kulit lalu biarkan beberapa waktu. Rasakan perbedaan aroma di tiga fase: awal, pertengahan, dan akhir. Dengan begitu, kamu akan tahu apakah evolusi wanginya sesuai dengan selera kamu atau tidak.
Penutup
Top, middle, dan base notes adalah tiga lapisan penting yang membentuk perjalanan wangi sebuah parfum. Top notes memberi kesan pertama, middle notes menjadi jantung karakter, dan base notes memberikan kedalaman serta ketahanan.
Setelah memahami konsep notes ini, kamu akan lebih mudah memilih parfum yang cocok dengan kepribadian, aktivitas, dan kebutuhan harianmu. Tidak hanya sekadar wangi enak di awal, tetapi juga nyaman dan menyenangkan sampai jam jam terakhir.
Iklan Responsif (Bawah Artikel)